
About this song
Culik Aku Dong Lyrics
Culik Aku Dong is a captivating Indonesian Electronic masterpiece, brought to life by the artistic prowess of Maman Fvndy. The lyrics of the song are penned by Wulan Viano, while the production credits go to Maman Fvndy. Culik Aku Dong was released on November 28, 2024. The song has captivated many and is often searched for with the query “Culik Aku Dong Lyrics”. Below, you’ll find the lyrics for Maman Fvndy’s “Culik Aku Dong”, offering a glimpse into the profound artistry behind the song.
Listen to the complete track on Amazon Music
Choose your script
Read the Song Lyrics
Maman Fvndy Remix
Ayo, Sayang, culik aku, dong
Aku bosan, di rumah cuma bengong
Sendirian, hatiku jadi kosong
Sungguh, bosan ini kian merongrong
Sayang, kamu ada di mana?
T’lah lama nggak jumpa
Dan kucoba untuk bertahan
Saat kita berjauhan
Haruskah ku berlari kepadamu, Kasih?
Hatiku tak bisa terus menerus begini
Di sini sendiri, terpenjara sepi
Ayo, Sayang, culik aku, dong
Aku bosan, di rumah cuma bengong
Sendirian, hatiku jadi kosong
Sungguh, bosan ini kian merongrong
Cepat, Sayang, culik aku, dong
Rasa rinduku sudah tak tertolong
Kasih sayangku kini t’lah kauborong
Cepat datang kemari, jangan bohong
Haruskah ku berlari kepadamu, Kasih?
Hatiku tak bisa terus menerus begini
Di sini sendiri, terpenjara sepi
Ayo, Sayang, culik aku, dong
Aku bosan, di rumah cuma bengong
Sendirian, hatiku jadi kosong
Sungguh, bosan ini kian merongrong
Cepat, Sayang, culik aku, dong
Rasa rinduku sudah tak tertolong
Kasih sayangku kini t’lah kauborong
Cepat datang kemari, jangan bohong
Haruskah ku berlari kepadamu, Kasih?
Hatiku tak bisa terus menerus begini
Di sini sendiri, terpenjara sepi
Ayo, Sayang, culik aku, dong
Aku bosan, di rumah cuma bengong
Sendirian, hatiku jadi kosong
Sungguh, bosan ini kian merongrong
Cepat, Sayang, culik aku, dong
Rasa rinduku sudah tak tertolong
Kasih sayangku kini t’lah kauborong
Cepat datang kemari, jangan bohong
Ayo, Sayang, culik aku, dong
Aku bosan, di rumah cuma bengong
Sendirian, hatiku jadi kosong
Sungguh, bosan ini kian merongrong
